Minggu, 02 Agustus 2015

Gelembung Sabun



Ditaman yang indah itu, anak - anak bermain, tertawa dengan ceria. Dan aku memperhatikannya seolah mengenang masa kecil yang kurang bahagia.
Bunga -bunga bermekaran warna warni.
Dan air kolam  jernih dengan ikan ikan kecil yang berenang kesana kemari.

Aku menatap langit...
Biru dan cerah.
Awan tipis melambaikan tangannya untukku yang tengah berayun di ayunan besi dibawah pohon sakura tua.
Bukankah hidup ini begitu indah??

Baru aku memulai menikmati damai duniaku,
tiba tiba gelembung sabun menyerbuku.
Entah darimana asalnya..
Mereka ringan dan berkeliling ke segala penjuru.

Sejenak aku terpaku,

Aku melihat wajah itu di permukaan nya.
DIA..... di semua gelembung yang mengitariku.
Dan dia tersenyum manis.
Membuatku terkesima untuk beberapa waktu,

Kenapa kau ada disini...?
Untuk menemaniku atau untuk mengoyak lagi kenanganku?

Pandanganku berkeliling mencarinya diantara gelembung yang masih beterbangan, tapi nihil.

Tak ada satupun orang disini.
Hanya taman indah yang kesepian.
Anak anak yang tadi riuh, juga entah dimana.
Kemana mereka?

Beberapa saat kemudian gelembung sabun itu hilang satu satu...
Terlihat seperti kenangan yang hadir tak diundang, kemudian mengejutkanku karena pergi dengan segera.

Aku masih tertegun, Darimana asalnya gelembung tadi?
Apakah aku bermimpi?

Kemana perginya kenangan itu?
kenapa kini hanya menyisakan satu gelembung besar yang tersenyum menatapku.?

Kau kah itu?
Ada diantara bias warna warni indah permukaannya...

Aku bangkit dari dudukku dan ingin menyentuhnya,
tapi sunguh itu membuatku takut.
Gelembung ini terlalu rapuh,
Dan pasti senyummu akan segera sirna setelah aku menyentuhnya.

Seperti itukah dirimu?
Hanya gelembung sabun bagiku.
Seperti itukah?
Hadir sesaat,...
Dan kemudian aku harus ikhlas ditinggalkannya.



Tepat ketika aku mengucapkan kalimat itu, gelembung tersebut meletus persis di depan wajahku.
Meninggalkan banyak tanda tanya untukku...
Meninggalkan ku sendiri disebuah taman yang kesepian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar