Selasa, 25 Agustus 2015

Apakah ini Surga



Aku terjaga di suatu ketika,

Saat kubuka mataku ku temukan tubuhku terbaring di kasur tebal dengan sprei hangat, licin dan lembut berwarna gading tua. Kelambunya juga terbuat dari bahan yang sama dengan warna senada.

Aku di mana?

Perlahan aku bangun dan menyibak kelambu yang rapat menutup peraduanku.

Aku.....
Sungguh tak bisa di rangkai dengan kata kata...

Kelambuku ada di pinggir jalan panjang yang lengang, di depanku lembah landai nan tenang. Dan dihadapanku membentang langit luas dengan kerlip bintang yang luar biasa memesona. Bahkan kabut susu terpampang jelas diantaranya.

Ini dimana?
Aku berada dimana..?

Langit terlihat seolah sangat dekat. Tidak terang tapi juga tak gelap. Udara sejuk, tidak dingin dan tak berangin. Aku sendirian tapi tak merasa takut dan khawatir.

Tempat apakah ini?

Setelah cukup aku memandang langit, aku merasa ingin turun ke lembah. Dari depan kelambuku aku bisa melihat rumah besar beratap rendah, bercahayakan lampu kuning keemasan yang dibingkai pintu pintu dan jendela.

Aku menuruninya... melewati anak tangga.
Dan sebelum memasuki ruangan , di depan beranda terdapat batas marmer yang dialiri air bening yang sejuk membasuh kaki.

Setibanya di pintu, terlihat anak anak gadis berkerudung sedang bercengkrama di ruangan. Sebagian membaca kitab,..
Sebagian lagi tersenyum padaku dan memberi salam.

Apakah ini surga?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar