apa kau merinduku..?
sedari tadi hatiku risau..
nyeri bagai ditusuk pisau..
apa kau merinduku...?
seperti bulan yang kini separo,
menggantung kelam dibawah awan
sinarnya redup..
bersaing dengan lampu lampu bohlam dipinggir taman..
sungguh aku bertanya..
apa kau merinduku?
merindu bintang berkedip disampingmu
merindu embun tersenyum di ujung pagimu..
Jumat, 23 Desember 2016
Masih tentang gerimis di penghujung desember...
Saat jejak kaki kita makin samar terkikis hujan dan genangan..
Aku berusah mengangkat dagu, mengukir senyuman
Menyeka kenangan yang basah di sudut mata
Menghapus bayangan yang semakin memudar
Dan melukis sesuatu yang baru yang lebih berwarna
Desember ini..
Gerimis memang tak segera mereda
Langit masih mengabu Tanpamu
Tapi semburat kulihat pelangi
Setelah duka pasti ada gembira
Setelah luka pasti ada bahagia
Setelah gerimis mereda, sesekali ada pelangi menghiburnya..
Minggu, 27 Maret 2016
Merindumu
Beritahu aku,
Bagaimana merobek rindu dalam selembar sajak tentangmu..
Aku telah mencobanya,
lagi dan lagi
Tapi jejak langkah itu terus saja menjelma rangkaian kata
Lihat aku!!
Berteman desir angin dibatas pantai..
Memeluk kesepian
Merindumu entah sampai kapan.
Sabtu, 19 Maret 2016
Sabtu, 12 Maret 2016
lukisan TENTANG KITA
Didepan bingkai berkaca buram aku tersenyum,
Sungguh kita sudah terjebak disana entah berapa lama.
Kau memandang kearahku,
Dan tatapanku terlempar jauh ke awan putih yang terhampar di langit biru.
Teruslah begitu...
Kamis, 18 Februari 2016
Dramaku dengan bintang dan sepasang kupu kupu.
Heii.. Bintang yang terperangkap dalam sepotong kaca..
Beritahukan padaku..
Apa arti kerlipmu?
Apa kau juga tahu..
Ada sepasang kupu kupu membeku dalam cube es digelasku?
Aku memandanginya dalam ketidak mengertian..
Sementara lukisan dihadapanku memintaku terus menumpahkan cat warna kepadanya..
Wahaii...Bintang yang terjebak dalam sepotong kaca..
Beritahu aku...
Adakah jendela berbingkai kayu yang bisa mengabadikan drama kita..?
-
Drama SANG PELUKIS, BINTANG, DAN SEPASANG KUPU KUPU.
#puisi tak harus dimengerti
Beritahukan padaku..
Apa arti kerlipmu?
Apa kau juga tahu..
Ada sepasang kupu kupu membeku dalam cube es digelasku?
Aku memandanginya dalam ketidak mengertian..
Sementara lukisan dihadapanku memintaku terus menumpahkan cat warna kepadanya..
Wahaii...Bintang yang terjebak dalam sepotong kaca..
Beritahu aku...
Adakah jendela berbingkai kayu yang bisa mengabadikan drama kita..?
-
Drama SANG PELUKIS, BINTANG, DAN SEPASANG KUPU KUPU.
#puisi tak harus dimengerti
Minggu, 31 Januari 2016
Untuk Mardhy
Sehari menjelang pemilu
Kusimpan kertas kecil
Yang dipenuhi tulisan indah tanganmu
Kapan kita akan bertemu?
Hanya deretan angka nomor telephone kuselip didiary
Tak kubuka buka lagi..
Untuk Mardhy,
Itu pertama kali dan jadi yang terahir
Sesungguhnya hati terpaut
Tak bisa kusebut cinta
Biar hanya jadi persembahan
Kau
Aku
Perjalanan panjang pada satu waktu
Untuk Mardhy,
Aku masih mengingatmu.
Kusimpan kertas kecil
Yang dipenuhi tulisan indah tanganmu
Kapan kita akan bertemu?
Hanya deretan angka nomor telephone kuselip didiary
Tak kubuka buka lagi..
Untuk Mardhy,
Itu pertama kali dan jadi yang terahir
Sesungguhnya hati terpaut
Tak bisa kusebut cinta
Biar hanya jadi persembahan
Kau
Aku
Perjalanan panjang pada satu waktu
Untuk Mardhy,
Aku masih mengingatmu.
Suargaloka
Diujung gunung bertudung langit semburat kelam,
dan berteman bintang dikesunyian
adalah suargalokaku...
Kubayangkan disana hidup sebatang pohon kesepian
Dan aku duduk dibawahnya memeluk lutut..
Dengan tatapan menerawang
Biar kami terlihat hanya sebagai siluet..
Gunung,
Pohon,
Aku,
Terlihat hitam
Dan langit temaram bertabur bintang...
Hatiku yang kosong akan kupenuhi dengan kenangan
Tak ada tangis kesedihan
Suargaloka..
Suargalokaku...
Desau angin memelukku
Langganan:
Postingan (Atom)