Jumat, 16 Oktober 2015

Hukuman Tuhan Untukku



Tak mengapa,
Hukuman Tuhan kuterima
Menanggung perih rindu selamanya

Rasa ini,
Karma bagiku

Tak kau dengar...
Tak kau lihat
Tak pernah kau tahu..
Tapi menyiksaku

Rindu ini nyanyian peri
Terjebak disemak berduri

Rindu ini,
Karmaku





Selasa, 13 Oktober 2015

Biola



Senandungku sore ini,
Seperti gesekan biola diatas luka

Apa kau mendengarnya..?

Aku menyanyikan lagunya dalam irama kesepian

Kawan,

Merindumu perih nian
Memandang lukisanmu menyedihkan
Menempelkan telapak tanganku di jendela sambil berucap aku baik baik saja..
Itu naif terdengarnya...

Kawan,

Aku memanggil namamu..
Aku menyebutnya berulang dalam desau galau yang berkarat.

Kawan...







Sabtu, 10 Oktober 2015

Mereka Bagiku


Masa lalu hadir mengisi hari kiniku..
Cinta monyet..
Cinta pertama..
Cinta yang ga jelaspun menyapa..

Pemuja rahasia..
Tanpa malu mengungkapkan perasaan dulu..
Tak masalah, toh hanya masa lalu

Aku menulisnya kembali..
Mereka yang pernah melintas,
Yang pernah mengetuk pintu..
Yang pernah diam berdiri di depanku.

Seperti pasel
Satu persatu mengisi bingkai hidupku

Mereka bisa mengucapkan salam kapanpun mau..
Memberi semangat..
Kadang nasehat..

Begitulah..
Semua kini semakin mudah..

Tehnologi seperti dua mata belati,
Berguna jika bijaksana,
Menikammu jika tak waspada

Bagiku,
Mereka itu hadiah,
Aku menyimpannya..
Sesekali boleh membukanya untukku tersenyum
Kemudian menyimpannya rapi kembali di lemari..

Mereka...
Bagian dariku yang istimewa
Tuhan bukan begitu saja mengirimkannya tanpa sengaja
Dari itulah aku mensyukurinya.





Jumat, 09 Oktober 2015

Dalam Jeda

Langkahku terhenti,
Tepat setelah koma sebelum titik.
Menunggu jeda berlalu

Adakah wajah selayu rupaku?
Meniti lini kecil yang menghubungkan kisah laluku pada kenanganmu
Mungkin aku akan kehilangan jejak
Karena didepan kau sibuk menghapusnya.
.
.
.

Titik itu,...
 bolehkah aku meraihnya?

Tepat setelah koma,
Waktu yang kau berikan untuk jeda
Aku ingin melompat...
Menyentuhkan ujung telunjukku dipunggungmu
Dan aku berharap kau menoleh kepadaku,
Memberiku seikat kembang dalam simpul senyumanmu..
Atau melambaikan tangan tanda perpisahan.

Aku belum menyelesaikan satu babak...
Dimana kedua tapak sepatuku rapat menunggu aku melepasnya
Menungguku melepas talinya,
Entah itu dalam tatapan haru atau tatapan sendu.

Aku akan menyelesaikan...

Berikan kesempatan aku sampai pada titik ahir cerita kita.
Entah sedih..
Entah bahagia.


Senin, 05 Oktober 2015

Malaikat

Dia terlihat
Dia tak bersayap
Dia ada menemaniku setiap saat
Dia
.
.
.
.
.
.
.
.
Menjagaku
Tersenyum padaku
.
.
-
-
.
.
Dia
Separuh hidupku

Malaikatku