Kamis, 10 September 2015

Kemarin untuk hari ini



Aku bercerita tentang kemarin seolah waktu tak bergerak,
     diam.. seperti bandul jam rusak.

Aku bercerita tentang kemarin....
Seperti hari ini tak pernah ada,
Atau hari ini sirna ditelan lubang besar dihutan belantara..

Benarkah kemarin itu ada?
Aku terus saja memikirkan kemarin,
Meskipun ku tahu,
Kemarin hanyalah kumpulan prosa tanpa judul..
   Tanpa sampul...
Tergeletak di persimpangan jalan yang riuh oleh jejak sepatu
  Dilupakan oleh teriakan dan gaduh persoalan

Kemarin...
hanyalah tumpukan kertas kertas yang hampir lepas
Menunggu angin menghempasnya kemanapun dia suka.
Hilang tanpa perhatian..
Dan tertunduk dalam senyum sinis manusia yang kehilangan jiwa

Aku selalu bercerita tentang kemarin
Tenggelam dalam kemarin
Tertawa untuk kemarin,
Dan menagisi kemarin...

Hingga lelahku hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar