Jumat, 11 September 2015

Bumi tanpa Rembulan



Aku melihat remang  cahaya bulan mengapung diatas awan,
Aku melihatnya... dalam pandanganku yang berat oleh air mata yang menggenang.
Angin larut malam menyapaku hingga ke palung terdalam hatiku, menyentuh dengan lembutnya kemudian mencengkeram...

Aku masih menatapnya, bulan yang makin meremang..
Dibalkon ditemani nyanyian punguk dikejauhan.

Hatiku sesak kawan,
Kehilanganmu membuatku seperti bumi ditinggalkan rembulan.








.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar