Senin, 14 September 2015
Maaf
Dia menyukaiku...
Pria kecil itu....
Sahabatku, adikku..
Aku menyimpan selembar kertas putih bertuliskan namanya dan namaku dari tinta merahnya pergelangan tangan yang tersayat...
Ngilu rasanya jika aku mengingat itu...
Dia menyukaiku...
Dan itu salahku, karena aku memberi celah untuk dia menyelinap masuk dan membuat mural didalam hatiku... kemudian ku abaikan.
.....Kau menganggapku anak kecil,
Tapi akulah yang akan mengobati sedih dan sakitmu.....
Itu yang dia ucapkan.
Mendengarnya membuatku merasa lebih sakit dari apapun yang pernah aku rasakan.
Maaf,
Aku ini penjahat bukan?
Sudah membiarkanmu menatapku berjalan bersama orang lain,
Tersenyum disisinya..
Berpaling,
kemudian melambaikan tangan kepadamu dengan gembira.
Aku ini tak berhati...
Mengacak rambutmu dan tertawa.
Bisa jadi itu sangat melukaimu...
Aku ini kenapa?
Berbaring di sisimu, menatap bintang.
Saling diam dengan pikiran masing masing.
Bukan romantis...
Bahkan hatimu mungkin menangis.
Maaf...
Untuk sebuah maaf,
Pantaskah aku mengucapkannya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar