Jumat, 18 September 2015

Rindu


Melihat kemuning berjatuhan di taman samping jendela
Seperti itulah kiranya sakura berguguran di penghujung musim semi
Aku ingin menengadahkan kedua telapak tangan,
Mengumpulkan kelopaknya seperti mengumpulkan serpihan hatiku yang berserakan diterbangkan angin

Aku tak bisa mengubah laut menjadi danau tenang untuk kita bersampan
Aku tak bisa menggiring angin kering ke perbatasan, 
Atau menyimpan sejarah tanpa menuliskannya.

Baiklah... memang seperti itulah aku ini
Diam diam berharap kau seperti boomerang, 
Setelah jauh meninggalkanku ahirnya kembali lagi
Menyapaku sehangat pagi yang diiringi kicau gelatik yang bertengger di pucuk pohon

Begitulah...
Aku rindu dirimu.
Merindukanmu sebagai sahabat yang memahamiku

Mengertilah..
Aku masih memikirkanmu sambil memandangi bunga kemuning itu.

Apakah kau akan memikirkanku juga, jika aku telah mengumpulkan seluruh kelopaknya dan kusimpan di toples kaca?







Tidak ada komentar:

Posting Komentar