Minggu, 12 Juli 2015
menunggu
Disebrang jalan itu, tanpa ragu aku menunggu..
Tak peduli knalpot menyemburkan abu,
Dan angin yang berjuang menggoyahkan kepercayaanku..
Lama berlalu..
.
.
.
.
Menit terlewati..
Lampu merah silih berganti,
Tapi tak mungkin aku beranjak dari sini..
Kau berjanji,
Disini... sore nanti..
Aku mengangguk
Kau tersenyum manis..
Kenapa hingga kini kau belum terlihat?
Matahari sudah begitu condongnya,
Sebentar lagi gelap...
Apa aku harus lupa bahwa kau membuat tanda untukku menunggumu ditempat ini..?
Tas punggungku semakin berat,
Langit semakin gelisah menjemput bintang,
Ujung sepatuku berdebu..
Aku akan terus menunggu..
Tak mengapa kalau ahirnya aku harus membatu.
Sejam berlalu..
Apa peduliku dengan waktu
Berapa lamapun akan kutunggu..
Karna kau...
Karna...
Aku percaya kau bisa kupercaya.
.
.
.
.
Dan..
Ahirnya..
Aku melihat siluet itu menujuku..
Kau..
Pangeranku
...
Aku yakin, sulit untukmu melarikan diri bersamaku
Bersembunyi dari pengawal yang terus mengawasimu
Dan benteng tinggi yang menghalangi..
Berdua kita
Meninggalkan pandangan pandangan
Meninggalkan aturan,
Tersesat adalah tujuan..
1,2,3,4 Des 2000.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar