Minggu, 12 Juli 2015

sepasang sepatu dan sendok garpu episode 2



Jam setengah dua siang..
Aku berdiri di depan papan schedule,

Ini hari terahirku training, tapi aku belum menemukan kakak trainee supervisor yg biasanya tak pernah jauh dariku itu..
Apa dia libur?
Aku melihat namanya..
Oooh... harusnya dia masuk jam sepuluh hari ini, tapi aku belum melihatnya..

Aku masih didepan papan schedule, waktu seseorang mengagetkanku dan bilang..

Hayoo.. lagi cek jadwalku yaa...

Sungguh, aku beneran kagett.. sendok itu ada di sampingku dengan setumpuk kertas laporan di dadanya.

Iih.. ngga sih.. ucapku.

Hari ini aku sengaja tuker schedulle, aku udah dateng dari jam tujuh tadi. Nanti aku pulang jam tiga. Kan ini hari terahirmu disini, nanti pulang aku anter yaa..
Oia, sorry aku sibuk.. nih banyak laporan yang harus ku selesaikan. Ucapnya, trus dia masuk gudang sebelum aku menjawab apa apa..

Dia lenyap begitu saja, garpu ini entah mengapa tiba tiba merasa lega dan gembira. Meskipun kali ini sendok itu hilang di dalam gudang, tapi dia memperhatikan bahwa si garpu ini, cuma sampai hari ini ada disini..





Jam tiga lewat sedikit, kakak itu menghampiriku setelah absen pulang.
Dia bilang..
Aku tunggu di depan ya. sambil jarinya mengisyaratkan ke arah pintu samping, biasa anak anak keluar kalau pulang.
Cuma itu dan aku mengangguk.

Jam 4 sore,
Setelah berpamitan dengan senior senior, kita se shift ahirnya keluar dr ruangan kerja kami.

Aku inget, pesan kakak itu, didepan ya....!!
Dan aku melihat sekeliling dinning room...
Mana??
Dia ga ada...
Sebelum benar benar pergi aku masih melihat ke belakang, tapi dia tidak ada...
Sudahlah...

Ahirnya aku berlari bergabung dengan teman teman yang lain yang sudah ada di depan, kita mampir dulu melihat lihat keria an. Dan berhenti melihat konser musik. Saat itu ada syahrul gunawan.

Hampir jam 6,
Aku ahirnya keluar sendirian karena temen -temen beda tujuan,
dan begitu aku keluar melewati parkiran, seseorang memanggilku..

Aku melihatnya berdiri menunggu.
Dia....
Kakak itu..
Tersenyum meskipun menungguku begitu lama...
Ternyata ini yang dimagsudnya "Di depan..".
 Aku tertegun, dia lebih keren tanpa seragam.
Dan dia tampak sangat kerenn karena dia mau menungguku.

Dia sungguh menungguku.


Di senja yang menjingga...
Sepasang sendok garpu satu bus bersama.
.
.
.
.
Oktober 1996


.... adakalanya sepasang sendok garpu akan terpisah karena suatu hal, mungkin tertinggal di suatu tempat. Atau ada yang hanya menyukai sendok sehingga garpunya di abaikan begitu saja dilemari penyimpanan....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar