Malam itu, ketika semua terlelap dalam kematian sementara,
Jiwa jiwa dibelenggu dan di ikat di tiang tiang pancang dipelataran rumah mereka..
Aku hanya sendiri menengadah ke langit.
Menatap bulan yang hening menyungging senyum dikelilingi peri yang berkelip dikejauhan
Air mataku berderai,
Kesunyian merobek dengkulku hingga sulit untukku angkuh menantang temaram di cakarawala..
Tersedu aku dalam perih yang sontak mencengkeram dada,
Aku ini siapa??
Aku mungkin saja hanya sajak yang terbungkus kertas buram dan dibiarkan berselimut debu..
Atau mungkin hanya lukisan usang yang dipaku di dinding tanpa pigura..
Angin mempermainkan rambutku...
Menjambaknya dan menyeretku secepat kilat menuju lapangan luas tak berpenghuni...
Aku sendiri kini...
Semakin terlihat kecil dan semakin tak berarti...
Malam itu..
Ketika semua terlelap..
Aku terjaga penuh air mata..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar