Suatu ketika di Pangrango
Kabut menjebak kami untuk berkumpul,
Seperti laron yang tertarik cahaya petromak,
Kamipun merapat mencari hangat di depan dua balok kayu yang menyala...
Diammu disisiku tak membuatku menyerah
Aku sudah cukup lama bersabar, dan aku tak kan berhenti hanya karena kau tak peduli
Bertahanlah dengan acuhmu..
Karena itu ke unikan mu
Kalau kau ramah,
Kalau kau pasrah,
Kalau kau lemah terhadapku,
Kau tak tak kan terlihat menarik bagiku..
Pagi sebentar lagi,...
Teman2 yang lain bercengkrama di warung menikmati secangkir kopi atau segelas bandrek panas
Tiba tiba saja kau bilang sambil menoleh ke arahku
Mau ke atas?
Aku menatapmu aneh, sejak kapan kau berfikir untuk mengajakku jalan berdua?
Oh, jangan - jangan dia bukan hanya mengajakku saja...
Buru buru kukemasi rasa senangku.
Mau ga??
.... aku??
Aku masih ga percaya.. dan dia sudah lebih dulu melangkah..
Tentu saja aku mengikutinya dengan senang hati..
Langkahku riang, seperti biasa...
Dia tiga meter di depanku..
Akupun bersemangat, memulai sebuah PERJALANAN
Ternyata sebagai orang gunung, baru kali ini aku mengagumi panorama gunung
Langit terlihat biru pekat..
Dan tanah yang menjulang di sekitarku berwarna biru muda..
Sangat kontras..
Kabutpun jelas putih seperti kapas yang ditebar di sepanjang lembah..
Persis seperti lukisan..
Seperti bisa disentuh..
Seperti nyata..
Seperti di dunia yang berbeda..
Sejenak aku melupakannya..
Pria biasa saja yang berjalan di depan itu..
Yang beberapa minggu ini menarik perhatianku... Ya,..mungkin sejak aku pertama mengenalnya,
Yang wajahnya tidak berbeda apa dia baru habis mandi atau baru bangun dari tidur..
Dia orang yang tak peduli denganku,
sementara teman teman yang lain menjagaku seperti aku ini seorang putri.. dia malah mengabaikanku
Tak ada kesempatan untukku berharap dia memakukan tatapan di wajahku.
Menyebalkan memang...
Tapi dia tampak istimewa..
Aku menghentikan langkahku, dikananku jurang..
Saat langit berubah semburat, semakin jelas terlihat tebing yang menjulang di hadapanku..
Pepohonan nan rimbun, dan sesekali terlihat kera kecil melompat dari cabang satu ke cabang lainnya..
Aku sungguh tak merasa takut.. justru itu memesona
Aku ingin lebih lama lagi di sini..
Baru aku mengambil nafas dan ingin menyatu dengan alam, seseorang menarik pergelangan tanganku..
Ayo turun.. nanti yang lain mencari kita..
OoOh.. pria itusudah di sampingku kini..
Dan aku hanya bisa ikut,
Terseret dengan gembira dibelakangnya
Aku menuruni jalan setapak itu
Meski terhalang jaketku, aku bisa merasakan telapak tangannya terasa hangat di pergelanganku
Aku tahu...
Aku tahu...
Dia bukan sedang tertarik denganku
Dia hanya menjagaku..
Mungkin sedikit peduli denganku..
Iyaa..
Cuma sedikit...
Dia De
#pangrango 18 tahun silam.>>>1997
Tidak ada komentar:
Posting Komentar